Kamis, 05 September 2013
ANALISIS PEREKONOMIAN INDONESIA AKHIR TAHUN 2014
Kamis, 23 Mei 2013
Buku: Saling Silang Indonesia-Eropa Dari Diktator, Musik, hingga Bahasa
Sebuah buku yang membahas tentang bahasa yang sering pula dalam istilah sosial disebut sebagai analisis Framing. Sebuah alat analisis yang mengotak-atik sebuah makna yang tersirat pada sebuah kata, kalimat, dan juga bahasa.
Buku karya Joss Wibisono yang diterbitkan oleh Margin Kiri ini ingin mencoba untuk menguak bahasa yang digunakan di sebuah Negara.
Bagi sebuah negara, bahasa tidak hanya dimaknai sebatas media komunikasi semata. Lebih dari itu, bahasa dapat dimaknai sebagai pengendali rakyat guna menjembatani agenda pemerintah dengan rakyat. Sehingga bahasa hadir sebagai alat kontrol demi pelanggengan kekuasaan.
Bahasa pun dapat diracik sedemikian pula demi sebuah ambisi kekuasaan mulai dari penyeragaman bahasa, pelarangan bahasa, hingga penghalusan bahasa yang dilakukan negara untuk bisa melegitimasi kekuasaan negara kepada rakyat. (bagbugs.red)
Minggu, 11 November 2012
Pindah Agama: Pencegahan dan Penerimaan
Pindah Agama: Pencegahan dan Penerimaan
Senin, 29 Oktober 2012
Review Buku: TUBUH YANG RASIS
Review Buku:
TUBUH YANG RASIS
Penulis : Seno Joko Suyono
Penerbit: Pustaka Pelajar
Tahun : 2002
Jika Anda menemukan buku ini kemudian membeli dan mulai membaca halaman demi halaman, maka Anda akan diajak oleh Seno Joko Suyono untuk pergi ke masa di mana kerajaan-kerajaan Eropa berjaya dengan segala ideologi pada orang-orang tertentu yang secara kontekstual tertulis dalam buku ini. Buku Tubuh yang Rasis ini akan memberikan deskripsi secara kompleks tentang Michel Foucault sebagai tokoh utama dalam buku ini yang memberikan analisa-analisa pengetahuan secara dasar tentang “penanganan” akan tubuh oleh stake holder di bagian bumi Eropa.
Jumat, 26 Oktober 2012
Pembangunan, Pakai Jalan Desentralisasi atau Sentralisasi?
Pembangunan, Pakai Jalan Desentralisasi atau Sentralisasi?
Film Freedom Writers: Penyadaran Kolektif Lewat Menulis
Film Freedom Writers:
Penyadaran Kolektif Lewat Menulis
Film IP Man 2: Pelunturan Primordialisme
Film IP Man 2:
Pelunturan Primordialisme
Rabu, 24 Oktober 2012
Kolaborasi Musik dan Kapitalisasi
Kolaborasi Musik dan Kapitalisasi
Penilaian Theodore W. Adorno tentang Industri Budaya
Selasa, 23 Oktober 2012
Film I Not Stupid: Kritik Dunia Pendidikan yang Terkotak-Kotak
Film I Not Stupid:
Kritik Dunia Pendidikan yang Terkotak-Kotak
Film Namaku Dick: Representasi Visual Kekuasaan Laki-Laki
Film Namaku Dick:
Representasi Visual Kekuasaan Laki-Laki
Candu Kekerasan dalam Bingkai Realitas Sosial
Candu Kekerasan dalam Bingkai Realitas Sosial
Senin, 06 Februari 2012
Asal-Usul Nama Indonesia
Jumat, 18 Maret 2011
Fase Konflik Kasus Grameen Bank
Analisa Menejemen Konflik dalam Kasus Pemecatan Pendiri Grameen Bank
Penerima Nobel tak Mau DipecatDHAKA – Kasus pemecatan Muhammad Yunus dari Grameen bank berlanjut. Setelah diberhentikan dengan tidak hormat pada Rabu lalu (2/3), pendiri Grameen bank tersebut menggugat. Kemarin (3/3) penerima Nobel Perdamaian 2006 itu menuntut pemerintah yang telah memberhentikannya secara sepihak.Meski pemerintah sudah memplubikasikan pemecatannya, ekonom 70 tahun itu tetap menjalankan tugas-tuganya sebagai direktur pelaksana. Bahkan, dia tetap ngantor di kantor pusat Grameen Bank yang terletak di Kota Dhaka seperti biasa. Untuk menunjukkan keseriusannya, Yunus menyewa pengacara untuk mengajukan gugatan resmi kepada pemerintah.
Selasa, 21 September 2010
Review Buku Sosiologi Pendidikan
Review Buku Sosiologi Pendidikan
Karya Zainudin Maliki
Rabu, 04 Agustus 2010
AGAMA SEPAK BOLA Lahir dikala Rasa Fanatisme itu Muncul
Selasa, 20 Juli 2010
MINORITAS DAN DISKRIMINASI DALAM RUANG LINGKUP EKONOMI POLITIK
Rabu, 20 Januari 2010
Reality Show Take Me Out Indonesia Sebagai Kriteria Pemilihan Pasangan Dalam Masyarakat
Take Me Out Indonesia adalah salah satu program Realiti show yang ditayangkan oleh stasiun swasta Indonesia yaitu Indosiar dimana acara ini bertajuk hiburan. Take Me Out Indonesia sebuah ajang atau tempat perjodohan di mana seseorang akan memilih pasangan yang tepat untuk hidupnya. Acara ini diikuti oleh 30 (tiga puluh) wanita yang memiliki status single yang bertugas sebagai penilai atau eksekusi bagi seorang peserta yaitu seorang pria single. Acara ini dibawakan oleh dua presenter yaitu Choky Sitohang dan Yuanita Cristiani dan satu tambahan yaitu seorang peramal cinta yang bernama Mieki Rose yang bertugas












