Review Buku Sosiologi Pendidikan
Karya Zainudin Maliki
Bagus Kurnia Rahman
Sosiologi merupakan sebuah ilmu yang memberikan
sumbangsihnya dalam menilai terhadap apa yang menjadi realitas di masyarakat.
Tidak terkecuali juga dengan pembahasan dunia pendidikan saat ini dari kacamata
sosiologi, yang dalam hal ini adalah ilmu sosiologi pendidikan. Sosiologi
pendidikan merupakan alur ilmu yang menuntut untuk meningkatkan kepekaan dalam
melihat nilai, institusi, budaya, dan juga kecenderungan realitas dunia
pendidikan dalam masyarakat.
Dalam buku Sosiologi Pendidikan karya Zainudin
Maliki ini beberapa keutaman yang dimunculkan bagi pembacanya untu dapat
memahami berbagai seluk beluk tentang dunia pendidikan di masa sekarang ini.
Zinudin Maliki dalam bab awal memberikan sebuah informasi penting bagaimana Sosiologi
Pendidikan itu lahir. Dijelaskan bahwa Sosiologi Pendidikan lahir pada tahun
1970 yang berawal di Inggris yang kemudian
menyebar ke Amerika dan Negara lainnya. Sosiologi pendidikan muncul karena adanya reaksi terhadap pendekatan makro yang kurang memperhatikan dan kurang sadar terhadap apa yang ada di balik suatu fenomena. Secara pengertiannya, Sosiologi Pendidikan merupakan kajian tentang bagaimana sebuah institusi dan kekuatan sosial mempengaruhi jalan kerja dan hasil dari sebuah dunia pendidikan. Sosiologi pendidikan dapat dikatakan baik apabila memiliki kepekaan dan kesadaran yang tinggi, yang nantinya dapat melihat ketimpangan yang terjadi di dunia pendidikan. Tidak hanya itu, namun juga dapat memahami tingkat perkembangan masyarakat di sekitar.
menyebar ke Amerika dan Negara lainnya. Sosiologi pendidikan muncul karena adanya reaksi terhadap pendekatan makro yang kurang memperhatikan dan kurang sadar terhadap apa yang ada di balik suatu fenomena. Secara pengertiannya, Sosiologi Pendidikan merupakan kajian tentang bagaimana sebuah institusi dan kekuatan sosial mempengaruhi jalan kerja dan hasil dari sebuah dunia pendidikan. Sosiologi pendidikan dapat dikatakan baik apabila memiliki kepekaan dan kesadaran yang tinggi, yang nantinya dapat melihat ketimpangan yang terjadi di dunia pendidikan. Tidak hanya itu, namun juga dapat memahami tingkat perkembangan masyarakat di sekitar.
Buku karya Zainudin Maliki ini diperjelas dengan
pesrpektif-prespektif dalam ilmu sosial yang akan memberikan sebuah kontribusi
dalam menilai ralitas masayarakat dan juga dalam hal ini yaitu dunia pendidikan
seperti halnya perspektif Struktural Fungsional beserta dengan tokoh-tokohnya
muali dari Auguste Comte, Herbert Spencer, Darwin, emile Durkheim, Talcott
Parsons, dan juga Rober K. Merton. Perspektif
Konflik dengan para tokohnya yaitu Karl Marx. Perspektif Neo Marxis
dengan beberapa varian yaitu Hegelian-Marxist, Mazhab Frankfurt, Peran Kelas
Terdidik deari Antonio Gramsci. Perspektif Rekonstruksi Pedagogi Kritis. Dan
juga Perspektif Konstruksionis dengan tokohnya Max Weber, Edmund Husser, Alfred
Scutz, Mead, Cooley, Goffman, Peter L. Berger, Thomas Luckman dan Anthoni
Gidden.
Dalam kajiannya, buku Sosiologi Pendidikan karya
Zainudin Maliki ini dijelaskan bahwa Sosiologi Pendidikan juga menggunakan dua
kajian yang diterapkan, yaitu menggunakan kajian mikro dan kajian makro. Kajian
mikro dipakai ketika dituntut untuk memahami apa yang tersirat di balik
fenomena, data, informasi, atau sebuah realitas kehidupan individu. Dalam
kajian sosioloi pendidikan secara mikro, perspektif yang sering digunakan
adalah perspektif fenomenologis yang harapannya dapat melihat dan memahami
sebuah arti dari sebuah fenomena, data, dan sebagainya. Sedangkan kajian makro
dipakai untuk melihat dan memahami bagaimana pengorganisasian dunia pendidikan,
pembentukan institusi dan birokrasi pendidikan, dan juga bagaiman pula sistem
yang dikembangkan dalam dunia pendidikan yang nantinya apakah sudah
tersosialisasikan. Secara umum untuk penggunaan teori atau perspektif yang
dipakai dalam kajian sosiologi pendidikan terutama dari sisi kajian makro
adalah Teori Structural Fungsional, Structural Konflik, Marxian, dan Dependencia.
Dalam buku ini juga dijelaskan bagaimana dunia
pendidikan yang harus mempunyai desain dalam proses pembelajarannya, yang
dimulai dari penyusunan kurikulum pendidikan, dilanjutkan dengan peranan tenaga
pendidik/pengajar/guru, dan harus adanya tugas dari para peserta didik. Dalam
pembahasan perspektif konflik, dijelaskan tentang bagaimana dunia pendididkan saat
ini yang telah dirasuki oleh dunia perindustrian oleh sistem kapitalisme dunia
bahwa perkembanga suatu masyarakat industri untuk pendidikan adalah lunturnya
asumsi bahwa pendidikan hanya bagi individu yang memiliki kemampuan dan juga
pendidikan sebagai suatu pilihan bagi masyarakat untuk menciptakan individu
yang nantinya akan menjadi tenaga pekerja untuk menumbuhkan perekonomian
rakyat, untuk sisi lain pendidikan juga sebagai alat untuk mendapatkan status.
Selain itu juga dijelaskan bagaimana peran pendidikan yang dikorelasikan dengan
stratifikasi, perjuangan kelas, dan reproduksi sosial. Konsep untuk perjuangan
kelas ketika pendidika dapat diubah menjadi sebuah alat yang dapat melepaskan
dominasi kelas yan ada di masyarakat. Sedangkan ntuk reproduksi kelas berkaitan
dengan bagaimana pendidikan dikaitkan dengan tatanan, susunan penyelenggaraan
tumbuh kembangnya suatu masyarakat.
Dalam buku ini jga diberikan suatu bahasan dalam
realitas masyarakat kita terutama permasalahan sosiologis dalam dunia
pendidikan. Alasan mengapa dalam buku ini terdapat kajian seperti ini, hal ini
dikarenakan dunia pendidikan merupakan sebuah wadah yang menciptaka
individu-individu yang nantinya menjadi agen-agen perubahan. Tidak dapat
dipungkiri lagi bahwa peran pendidikan
sangat berpengaruh pada perubahan sosial. Dijelaskan dalam bab ini, bagaimana
adanya perubahan mokltur menjadi multikultur yang diterapkan saat ini.
Kebijakan monokultur adalah kebijaka pendidikan yang mengacu pada nilai-nilai
budaya yang dominan atau dapat dikatakan dengan kebijakan monokultur ini dapat
terjadi pemingiran nilai-nilai kebudayaan. Untuk itu Zainudin Maliki juga
menjelaskan tentang perubahan dari monokultur menuju multikultur, yang dimana
kebijakan multikultur merupakan lebijkan pendidikan dengan proses dan kurikulum
pendidikan yang relevan untuk diterapkan. Penulis dalam hal ini juga
menginginkannya adanya transformasi besar-besaran dalam suatu perubahan dengan
adanya pendidikan.
Alasan mengapa Zainudin Maliki memberikan sebuah
materi bahwa dunia pendidikan merupakan salah satu pusat dari adanya suatu
perubahan. Pendidikan memberikan suatu kontrbusi yang membangun dan
mengembangkan suatu perubahan. Dan hubungan atau timbal balik dari hal tersebut
adalah, isi, tujuan, strategi, dan juga proses pendidikan sangatlah dipengaruhi
oleh perubahan sosial yang terjadi.
Pada intinya keunggulan dari buku Sosiologi Pendidikan
karya Zainudin Maliki ini adalah, dia (Zainudin Maliki) dalam pembahasan
tentang dunia sosiologi pendidikan dapat dikorelasikan dengan steatmen dari
Rene Descartes tentang “Cogito ergo sum”
atau dalam bahasa umumnya adalah “Aku berpikir maka aku ada”. Penjelasannya
adalah ketika individu harus melakukan suatu yang ilmiah maka harus melalui
suatu pengetahuan, maka individu tersebut dituntut untuk memutar otak atau akal
pikirannya untuk berpikir. Karena pada dasarnya pengetahuan adalah proses
berpikir secara sistematik, analitis, dan juga kritis, maka dengan berpikir
setiap individu yang ada akan dapat melakukan apapun sesuai dengan pengetahuan
yang dimiliki. Jadi manusia yang beripikir adalah manusia yang benar-benar
untuh. Sedangakan Zainudin Maliki yang memandang realitas masyarakat
bahwasanya, melalui pendidikan masyarakat dapat dirubah sedemikian rupa. Hal
ini menegaskan bahwa masyarakat yang rasional adalah masyarakat yang memiliki
pengetahuan untuk melakukan suatu perubahan baik untuk idividu (diri sendiri)
atau lingkup yang lebih luas yaitu masyarakat melalui dunia pendidikan.
Sebuah pepatah mengatakan bahwa “Tak ada gading yang
tak retak”, pepatah ini adalah sebuah makna yang secara normal dapat digunakan
meresensi sebuah buku, karena meresensi sebuah buku di dalamnya pasti aka nada
kelebihan dan kekurangan dari buku tersebut. Sebaik-baik buku ini di susun
sedemikian rupa dengan berbagai sumber yang ada, namun dalam meresensi sebuah
buku harus adanya sebuah kritikan yang nantinya dapat dipakai untuk
penyempurnaan buku ini. Dalam buku Sosiologi Pendidikan karya Zainudin Maliki
ini dalam ulasan per babnya terutama untuk penjelasan dari tokoh-tokohnya
terlalu banyak diulas sejarah dari kehidupan para tokoh tersebut. Dan juga
banyak penjelasan tentang teori dari para tokoh yang kurang dikorelasikan
dengan kajiannya buku ini yaitu Sosiologi Pendidikan.
<> <> <>

Tidak ada komentar:
Posting Komentar