Selasa, 21 September 2010

Review Buku Sosiologi Pendidikan

Review Buku Sosiologi Pendidikan

Karya Zainudin Maliki

Bagus Kurnia Rahman

Sosiologi merupakan sebuah ilmu yang memberikan sumbangsihnya dalam menilai terhadap apa yang menjadi realitas di masyarakat. Tidak terkecuali juga dengan pembahasan dunia pendidikan saat ini dari kacamata sosiologi, yang dalam hal ini adalah ilmu sosiologi pendidikan. Sosiologi pendidikan merupakan alur ilmu yang menuntut untuk meningkatkan kepekaan dalam melihat nilai, institusi, budaya, dan juga kecenderungan realitas dunia pendidikan  dalam masyarakat.
Dalam buku Sosiologi Pendidikan karya Zainudin Maliki ini beberapa keutaman yang dimunculkan bagi pembacanya untu dapat memahami berbagai seluk beluk tentang dunia pendidikan di masa sekarang ini. Zinudin Maliki dalam bab awal memberikan sebuah informasi penting bagaimana Sosiologi Pendidikan itu lahir. Dijelaskan bahwa Sosiologi Pendidikan lahir pada tahun 1970 yang berawal di Inggris yang kemudian
menyebar ke Amerika dan Negara lainnya. Sosiologi pendidikan muncul karena adanya reaksi terhadap pendekatan makro yang kurang memperhatikan dan kurang sadar terhadap apa yang ada di balik suatu fenomena. Secara pengertiannya, Sosiologi Pendidikan merupakan kajian tentang bagaimana sebuah institusi dan kekuatan sosial mempengaruhi jalan kerja dan hasil dari sebuah dunia pendidikan. Sosiologi pendidikan dapat dikatakan baik apabila memiliki kepekaan dan kesadaran yang tinggi, yang nantinya dapat melihat ketimpangan yang terjadi di dunia pendidikan. Tidak hanya itu, namun juga dapat memahami tingkat perkembangan masyarakat di sekitar.
Buku karya Zainudin Maliki ini diperjelas dengan pesrpektif-prespektif dalam ilmu sosial yang akan memberikan sebuah kontribusi dalam menilai ralitas masayarakat dan juga dalam hal ini yaitu dunia pendidikan seperti halnya perspektif Struktural Fungsional beserta dengan tokoh-tokohnya muali dari Auguste Comte, Herbert Spencer, Darwin, emile Durkheim, Talcott Parsons, dan juga Rober K. Merton. Perspektif  Konflik dengan para tokohnya yaitu Karl Marx. Perspektif Neo Marxis dengan beberapa varian yaitu Hegelian-Marxist, Mazhab Frankfurt, Peran Kelas Terdidik deari Antonio Gramsci. Perspektif Rekonstruksi Pedagogi Kritis. Dan juga Perspektif Konstruksionis dengan tokohnya Max Weber, Edmund Husser, Alfred Scutz, Mead, Cooley, Goffman, Peter L. Berger, Thomas Luckman dan Anthoni Gidden.
Dalam kajiannya, buku Sosiologi Pendidikan karya Zainudin Maliki ini dijelaskan bahwa Sosiologi Pendidikan juga menggunakan dua kajian yang diterapkan, yaitu menggunakan kajian mikro dan kajian makro. Kajian mikro dipakai ketika dituntut untuk memahami apa yang tersirat di balik fenomena, data, informasi, atau sebuah realitas kehidupan individu. Dalam kajian sosioloi pendidikan secara mikro, perspektif yang sering digunakan adalah perspektif fenomenologis yang harapannya dapat melihat dan memahami sebuah arti dari sebuah fenomena, data, dan sebagainya. Sedangkan kajian makro dipakai untuk melihat dan memahami bagaimana pengorganisasian dunia pendidikan, pembentukan institusi dan birokrasi pendidikan, dan juga bagaiman pula sistem yang dikembangkan dalam dunia pendidikan yang nantinya apakah sudah tersosialisasikan. Secara umum untuk penggunaan teori atau perspektif yang dipakai dalam kajian sosiologi pendidikan terutama dari sisi kajian makro adalah Teori Structural Fungsional, Structural Konflik, Marxian, dan Dependencia.
Dalam buku ini juga dijelaskan bagaimana dunia pendidikan yang harus mempunyai desain dalam proses pembelajarannya, yang dimulai dari penyusunan kurikulum pendidikan, dilanjutkan dengan peranan tenaga pendidik/pengajar/guru, dan harus adanya tugas dari para peserta didik. Dalam pembahasan perspektif konflik, dijelaskan tentang bagaimana dunia pendididkan saat ini yang telah dirasuki oleh dunia perindustrian oleh sistem kapitalisme dunia bahwa perkembanga suatu masyarakat industri untuk pendidikan adalah lunturnya asumsi bahwa pendidikan hanya bagi individu yang memiliki kemampuan dan juga pendidikan sebagai suatu pilihan bagi masyarakat untuk menciptakan individu yang nantinya akan menjadi tenaga pekerja untuk menumbuhkan perekonomian rakyat, untuk sisi lain pendidikan juga sebagai alat untuk mendapatkan status. Selain itu juga dijelaskan bagaimana peran pendidikan yang dikorelasikan dengan stratifikasi, perjuangan kelas, dan reproduksi sosial. Konsep untuk perjuangan kelas ketika pendidika dapat diubah menjadi sebuah alat yang dapat melepaskan dominasi kelas yan ada di masyarakat. Sedangkan ntuk reproduksi kelas berkaitan dengan bagaimana pendidikan dikaitkan dengan tatanan, susunan penyelenggaraan tumbuh kembangnya suatu masyarakat.
Dalam buku ini jga diberikan suatu bahasan dalam realitas masyarakat kita terutama permasalahan sosiologis dalam dunia pendidikan. Alasan mengapa dalam buku ini terdapat kajian seperti ini, hal ini dikarenakan dunia pendidikan merupakan sebuah wadah yang menciptaka individu-individu yang nantinya menjadi agen-agen perubahan. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa  peran pendidikan sangat berpengaruh pada perubahan sosial. Dijelaskan dalam bab ini, bagaimana adanya perubahan mokltur menjadi multikultur yang diterapkan saat ini. Kebijakan monokultur adalah kebijaka pendidikan yang mengacu pada nilai-nilai budaya yang dominan atau dapat dikatakan dengan kebijakan monokultur ini dapat terjadi pemingiran nilai-nilai kebudayaan. Untuk itu Zainudin Maliki juga menjelaskan tentang perubahan dari monokultur menuju multikultur, yang dimana kebijakan multikultur merupakan lebijkan pendidikan dengan proses dan kurikulum pendidikan yang relevan untuk diterapkan. Penulis dalam hal ini juga menginginkannya adanya transformasi besar-besaran dalam suatu perubahan dengan adanya pendidikan.
Alasan mengapa Zainudin Maliki memberikan sebuah materi bahwa dunia pendidikan merupakan salah satu pusat dari adanya suatu perubahan. Pendidikan memberikan suatu kontrbusi yang membangun dan mengembangkan suatu perubahan. Dan hubungan atau timbal balik dari hal tersebut adalah, isi, tujuan, strategi, dan juga proses pendidikan sangatlah dipengaruhi oleh perubahan sosial yang terjadi.
Pada intinya keunggulan dari buku Sosiologi Pendidikan karya Zainudin Maliki ini adalah, dia (Zainudin Maliki) dalam pembahasan tentang dunia sosiologi pendidikan dapat dikorelasikan dengan steatmen dari Rene Descartes tentang “Cogito ergo sum” atau dalam bahasa umumnya adalah “Aku berpikir maka aku ada”. Penjelasannya adalah ketika individu harus melakukan suatu yang ilmiah maka harus melalui suatu pengetahuan, maka individu tersebut dituntut untuk memutar otak atau akal pikirannya untuk berpikir. Karena pada dasarnya pengetahuan adalah proses berpikir secara sistematik, analitis, dan juga kritis, maka dengan berpikir setiap individu yang ada akan dapat melakukan apapun sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki. Jadi manusia yang beripikir adalah manusia yang benar-benar untuh. Sedangakan Zainudin Maliki yang memandang realitas masyarakat bahwasanya, melalui pendidikan masyarakat dapat dirubah sedemikian rupa. Hal ini menegaskan bahwa masyarakat yang rasional adalah masyarakat yang memiliki pengetahuan untuk melakukan suatu perubahan baik untuk idividu (diri sendiri) atau lingkup yang lebih luas yaitu masyarakat melalui dunia pendidikan.
  Sebuah pepatah mengatakan bahwa “Tak ada gading yang tak retak”, pepatah ini adalah sebuah makna yang secara normal dapat digunakan meresensi sebuah buku, karena meresensi sebuah buku di dalamnya pasti aka nada kelebihan dan kekurangan dari buku tersebut. Sebaik-baik buku ini di susun sedemikian rupa dengan berbagai sumber yang ada, namun dalam meresensi sebuah buku harus adanya sebuah kritikan yang nantinya dapat dipakai untuk penyempurnaan buku ini. Dalam buku Sosiologi Pendidikan karya Zainudin Maliki ini dalam ulasan per babnya terutama untuk penjelasan dari tokoh-tokohnya terlalu banyak diulas sejarah dari kehidupan para tokoh tersebut. Dan juga banyak penjelasan tentang teori dari para tokoh yang kurang dikorelasikan dengan kajiannya buku ini yaitu Sosiologi Pendidikan.
<> <> <>


Tidak ada komentar:

Posting Komentar