Rabu, 20 Januari 2010

Reality Show Take Me Out Indonesia Sebagai Kriteria Pemilihan Pasangan Dalam Masyarakat

A. Penjelasan Tentang Take Me Out Indonesia
Take Me Out Indonesia adalah salah satu program Realiti show yang ditayangkan oleh stasiun swasta Indonesia yaitu Indosiar dimana acara ini bertajuk hiburan. Take Me Out Indonesia sebuah ajang atau tempat perjodohan di mana seseorang akan memilih pasangan yang tepat untuk hidupnya. Acara ini diikuti oleh 30 (tiga puluh) wanita yang memiliki status single yang bertugas sebagai penilai atau eksekusi bagi seorang peserta yaitu seorang pria single. Acara ini dibawakan oleh dua presenter yaitu Choky Sitohang dan Yuanita Cristiani dan satu tambahan yaitu seorang peramal cinta yang bernama Mieki Rose yang bertugas
sebagai penduga atau meramal para kandidat yang terpilih apa hubungan mereka awet/langgeng atau tidak bertahan lama , acara ini begitu cepat popular karena berbeda dengan acara lain dan sangat jarang ada acara yang memberikan sebuah hiburan menarik serta dibumbui dengan kontes biro jodoh.
Acara yang mengadopsi dari acara luar negeri ini merupakan fasilitator bagi para pria dan wanita yang ingin mencari pasangan hidup. Bagi seorang pria yang ikut dalam acara Take Me Out Indonesia ini para 30 wanita yang nantinya menilai pria tersebut setelah memberi profil kehidupannya dengan cara menekan tombol yang di depannya atau masih membiarkan tombol tersebut. Representasi dari tombol di sini adalah sebagai suatu alat yang dipakai oleh para wanita untuk memberikan hasil pilihannya. Bagi para wanita yang tidak suka pada pria yang ada atau yang sedang tampil dalam acara ini, meraka akan menekan tombol yang ada di depannya lalu lampu yang ada pada podium para wanita yang tidak memilih pria tersebut akan padam, yang artinya tidak ada ketertarikan dari para wanita kepada sosok pria tersebut. Sebaliknya, apabila para wanita tersebut masih menyalakan lampu atau tidak menekan tombol yang ada di depannya, maka wanita tersebut ingin memutuskan untuk mengenal lebih lanjut dari sosok pria tersebut.
Acara ini dimulai dari 3 tahap, pertama tahap yaitu tahap di mana pria tersebut akan memperkenalkan diri secara singkat kepada 30 wanita yang ada, dalam sesi ini yang diperkenalkan adalah dari segi nama, umur, agama dan pekerjaan.dalam sesi ini para wanita dapat langsung menekan tombol bila sang kadidat kurang memenuhi syarat dan sebaliknya para wanita dapat mempertahankan dan tidak menekan tombol bila sang kadidat bagi mereka memenuhi syarat. Tahap kedua yaitu sang pria akan memperkenalkan dirinya lebih lanjut mengenai pekerjaan, motivasi dan tipe wanita yang diinginkan melalui sebuah video yang diputar di belakang layar dan lagi – lagi para pemilih yaitu para wanita cantik akan menentukan pilihannya apa dia pantas bertahan atau tudak dengan cara mempertahankan tombol atau kalau tidak cocok cukup menekan tombol. Tahap ketiga pria tersebut akan memilih salah satu dari wanita yang masih menyalakan lampu di podiumnya untuk menjadi pasangannya dengan sebuah pertanyaan pribadi sang pria pengecualian jika sebelum tahap ini sang pria ingin melakukan unjuk bakat maka para wanita dapat menentukan lagi pantas atau tidaknya sang pria bertahan di podium.
Take Me Out Indonesia ditayangkan pada tanggal 19 Juni 2009. Pada episode kedua Take Me Out Indonesia menduduki peringkat ketujuh dari 100 program yang ada dan bersaing dengan Termehek-mehek. Menurut survey yang diadakan ABG Nielsen pada bulan September 2009 terhadap penonton TV usia 5 tahun ke atas di 10 kota di Indonesia, Take Me Out Indonesia menduduki peringkat teratas dengan rating 7,9% dan diikuti Termehek-mehek dengan rating 5,9% dan diperingkat ketiga adalah Para Pencari Tuhan dengan rating 5,2%, sedangkan survey yang dilakukan ABI mengenai acara yang banyak dtonton pemirsa Indonesia pada bulan September 2009, dari 12 program televise terfavorit Take Me Out Indonesia menduduki peringkat pertama dengan rating 22% atau sebanyak 553 pemilih dari 2527 pemilih yang ada.
Dari penjelasan tersebut, dapat dikorelasikan dengan teori dari Herbert Mead tentang interaksionisme-simbolis terutama dilihat dari segi simbol dan pikiran. Tentang simbol Mead, Mead menjelaskan bahwa suatu fungsi dari symbol signifikan yang ada memungkinkan seseorang dapat melakukan proses berpikir. Isyarat-isyarat yang ada akan membentuk symbol, menurut Mead symbol yang signifikan adalah bahasa. Dengan bahasa yang digunakan, apa yang akan dikomunikasikan adalah isyarat dan makna.
Akan tetapi dalam hal ini (Take Me Out Indonesia), mkana yang digunakan sebagai symbol dalam hubungannya dengan teori Mead adalah pada lampu podium yang dijadikan sebagai isyarat bagi para wanita untuk memilih apakah para pria yang ada dalam acara tersebut dipilh untuk menjadi pasanga taukah tidak. Selain dengan pendapat-pendapat dari para wanita kepada pria sebagai symbol dan isyarat, podium ini juga merupakan suatu isyarat untuk melakukan komunikasi dan akan menimbulkan makna kepada pria yang tanpik pada acara tersebut.
Pandangan masyarakat
Take Me out adalah salah satu program televisi yang diminati oleh penonton Indonsia karena acara Take Me Out menampilkan hal yang berbeda dengan acar pencarian jodoh yang lainya. Reality show Take Me Out mengemas ajang pencarian jodoh menjadi hal yang menarik untuk di nonton penonton Indonesia dengan kombinasi peserta yang memilki kepribadian yang berbeda-beda, pembawa acara yang pandai membawa suasana sehingga acara tidak menjadi membosankan, dan penonton yang atraktif menjadikan paduan yang membuat acara ini selalu ditunggu-tunggu oleh penonton setianya.
Ibarat dua mata sisi mata uang, acara Take Me Out juga mempunyai pendapat yang berbeda – beda dalam masyarakat. Masyarakat ada yang mengukai reality show ini ada juga yang tidak mengukai reality show ini.Mayarakat yang mengukai menandang acara seperti ini menarik dan cocok untuk hiburan. Realiy semacam ini menampilkan hal yang berbeda ketika masyarakat sedang disuguhi acara yang bertema sama dan membosankan, Take Me Out sebagai jalan keluar ditengah –tengah kejenuhan masyarakat terhadap acara televisi yang ada sekarang.
Fikri:
“Saya selalu melihat acara itu aku penggemar beratnya. Setiap sabtu aku selalu menontonnya karena acaranya sangat bagus”

Okta:
“Acara itu apik, Pas aku stress delok acara iku dadi ga stress maneh, tapi gara-gara iku aku keterusan delok saiki dadi hoby”
(Acara itu bagus, ketika aku stress melihat acara itu stersnya menjadi hilang, ttapi gar-gara terlalu sering melihat (Take Me Out) sekarang menjadi hoby)

Reality show Take Me Out dianggap sebagai pencarian jodoh yang sesuai dengan kehidupan masyarakat modern dan seolah-olah memengajarkan bagaimana cara mendapatkan pasangan, Jadi untuk referensi bagi dalam memilih pasangan. Hal ini dibuktikan dengan salah satu pendapat informan yang bernama Cantika yang mengambil sedikit nlai-nilai yang ada dalam Take Me Out sebagai pedoman dalam memilih pasangan.
Cantika:
“menurutku Take Me Out acara apik, gara – gara acara iki buat aq jadi terbuka mbek teliti kalo memilih bojo engkok – engkok ” (menurutku acara Take Me Out indonesia adalah acara bagus, karena acara ini aku jadi terbuka dan teliti dalam memilih pasangan pada suatu saat nanti)

Pembagian tahap yang berbeda-beda dimulai saat peserta muncul sampai memilihan wanita yang dipilihnya menbuat penonton akan penasaran tentang kelanjutan dari persegmen yang akan ditampilkan oleh karena itu penonton akan terus melihat acara itu apalagi jika peserta yang ditampilkan memilki kepribadian yang menarik.
Pendapat masyarakat yang kurang senang dengan reality Show Take Me Out juga tidak kalah banyak. Take Me out dipandang sebagai acara yang tidak mempuyai manfaat dan tidak ada unsur pendidikan didalamnya.
Ayu Lestari:
“Lihat acara Take Me Out itu percuma, Cuma buat orang-orang yang kurang kerjaan”

Hadista:
“Delok acara Take Me Out itu duduk hobyku,mendingan delok bal-balan. Timbangan delok acara sing ga penting “ (Melihat acara Take Me Out bukan hoby saya, daripada melihat acara yang tidak penting itu (Take Me Out) lebih baik melihat acara sepak bola )

Reality show semacam benar akan mempertemukan dengan pasangannya namun cara yang diambil dalam menentukan pasangan adalah hak yang diributkan karena terkesan pasangan hanya pemberhatikan pemanpikan luar seseorang. Kontestan hanya pemperhatikan penampilan luar pesertanya, bagaimana seorang itu tampan atau tidak, kaya atau tidak, mapam atau tidak, pendidikan tinggi atau tidak. Proses pemilihan yang singkat seperti inilah yang menbuat reality show ini kurang memdidik bagi masyarakat. Apa lagi sebagian dari kontestan memilih materi sebagi prioritas utama dalam memilih jodoh.
Proses pemilihan pasangan bukan dilakukan dengan cara yang sesingkat itu dimana hanya beberapa menit bertemu .namun untuk memilih pasangan membutuhkan waktu yang sangat panjang sehungga kita bisa mengenal lebih jauh karakter dari kita pasangan
Okta:
“aku kalo nyari pacar yo kudu byk proses…PDKT disek yo koyok ketemuan ngobrol-ngobrol..nek cocok yo koncoan disek trus nak wes podo senenge yo baru berkomitmen….. gk seinstan itu…byk yang harus dipertimbangkan…percuma sogeh tp gk cocok bek awak kene..”(saya kalau mencari pasangan perlu banyak proses…pendekatan dulu,saling berkomunikasi kalau nyambung berteman dulu..lalu sudah sama – sama suka baru berkomitmen…tidak seinstan itu…banyak yang harus dipertimbangkan percuma kaya tapi tidak cocok sama saya)

Berdasarkan penjelasan diatas mana masyarakat telah pemandang memlih pasangan dalam reality show Take Me out dengan berbagai konstruksi mereka. Berdasarkan realitas objektif mengatakan Reality Show Take Me out memang acara yang menarik namun realitas subjektif sebagian informan mengatakan acara ini kurang menarik.Pendapat informan Fikri mengatakan bahwa reality show Take Me Out adalah acara yang bagus sehingga dia menonton reality show ini , pendapat adalah realitas subjektif informan tentang Take Me Out. Fikri mengatakan bahwaaranya sangat bagus ini merupakan realitas subjektif dari fikri. Hal yang serupa dengan informan lainnya yang menunjukkan realitas subjektif meraka.
Take Me Out mempunyai segi positf bagi masyarakat antar lain :
~Hiburan bagi masyarakat ditengah kejenuhan Program televisi yang ada sekarang.
~Referensi bagi masyarakat tentang cara memilih pasangan.
Sedangkan segi negatif Take Me Out bagi masyarakat antar lain :
~Memandang seseorang dari penampilan fisik dan materi seseorang.
~Menjadi trend negatif bagi masyarakat karena memandang

B. Pengaruh Take Me Out Indonesia Bagi Masyarakat
Program televisi Take Me Out Indonesia dalam tayangannya memberikan pengaruh yang cukup besar kepada masyarakat. Dalam acara ini banyak proses yang dilakukan untuk memilih pasangan yang akan dipilih . Kontestan yang memilih pasangannya akan memilih berdasarkan kriteria yang di ajukannya dan jika pserta telah memilihnya maka proses pemilihan pasangan dalam Take Me Out Indonesia telah selesai. Kriteria yang diajukan oleh kontestan juga bermacam-macam tergantung dengan apa keinginaanya,Tidak hanya kontestan dalam Take Me Out Indonesia yang yang menetapkan kriteria tertentu dalam mencari pasangannya demiokan juga dengan masyarakat yang menetapkan kriiteria tertentu dalam memilih pasangan misalnya seorang itu menginginkan orag yang tampan, kaya, baik hati, pendidkan, ahlak dan lain-lain. Semua ini bergantung kepada pribadian orang yang memilihnya. Berdasarkan apa yang informan lihat dalam Take Me Out Indonesia dalam proses pencarian jodoh berdasarkan kriteria tertentu para kontestan maka informan dapat mengetahui tentang bagaimana kriteria yang kontestan dalam memilih pasangan di acara Take Me Out Indonesia dan menbandingkannya dengan kreteria yang mereka milih dalam proses mencari pasangan. Berdasarkan data yang peneliti dapatkan dalam penelitian ini maka, peneliti dapat menggolongkan kriteria yang dipilih oleh informan dalam mencari pasangan dan apakah mereka terpengaruh dalam kritria yang yang diinginkan kontestan dalam memilih pasangan dalam Take Me Out Indonesia.

C. Kriteria Pemilihan Pasangan
Acara Take ME Out Indonesia adalah salah satu program televise baru yang menanyangkan cara mendapatkan pasangan dengan cara memilih salah satu pesrta yang ada. Setiap kontestan akan memdapatkan jika dia tidak mematikan lampu podium mereka dan dipilih oleh peserta untuk menjadi pasangannya, namun ada saja peserta yang tidak mendapatkan pasangan karena para kontestan sudah mematikan lampu podiumnya karena dianggap tidak sesuai dengan apa yang ada pada kriterianya. Para kontestan yang ada biasanya menetapkan persyaratan tertentu dalam memilih pasangan dalam Take Me Out Indonesian dan tidak semua peserta yang ada mempunyai kriteria yang mereka inginkan oleh karena itu dalam setiap acara belum tentu ketujuh peserta yang ada mendapatkan pasangan semuanya. Berdasarkan kriteria yang di tetapkan oleh kontestan ada kesan dimana kontestan menetapkan kriteria yang tinggi, adanya hal ini menyebabkan masyarakat melihat berbagai kriteria yang berbeda beda untuk menetapkan kriteria dalam mencari pasangan, seperti ganteng atau tidak, kaya atau tidak atau bagamana kepribadian orang bagaiman mengamb, oleh karena itu dengan adanya reality Take Me Out masyarakat dapat melihat bagaimana cara pemilihan pasangan yang ada pada acara itu dan kriteria yang ada di tetapkan oleh para kontetan. Berdasarkan hal itu peranan masyarakat sebagai penonton dapat mengambil beberapa nilai-niali yang ada dalam acara Take Me Out misalnya dengan mencontoh kriteria para peserta Take Me Out,namun tidak semua orang dapat mencontoh criteria yang ada dalam pemilihan pasangan. Berdasarkan data yang peneliti beroleh berdasarkan penelitian di lapangan maka ada berapa kriteria yang diinginkan oleh informan dalam memilih pasangan.

Terdapat kriteria yang diinginkan oleh para peserta dalam hal memilih pasangan diacara take Me Out Indonesia:

1. Penampilan Luar (Fisik)
Diketahui dengan adanya kebudayaan masyarakat di Indonesia dengan masyarakat yang lebih melihat dalam penentuan pasangan, lebih memfokuskan pada penampilan seorang. Kepribadian masyarakat Indonesia yang memandang seseorang pertama kali difokuskan pada penampilan, hal ini dapat disebabkan adanya keadaan masyarakat pada saat memberikan kesan pertama pada seseorang diutamakan pada penampilan.
Akan tetapi, tidak semua faktor penampilan menjadi karakteristik pertama masyarakat Indonesia memilih pasangan karena tidak semua para kandidat pasangan adalah seorang perjaka atau perawan yang belum pernah menikah, ada sebagian para kandidat adalah seorang janda dan duda yang sudah memiliki pengalaman menikah walaupun berakhir cerai, dan kebanyakan criteria para duda dan janda dalam memilih pasangan mengacu pada materi, dimana pada saat ini di Indonesia banyak tejadi kasus perceraian, menurut pengalaman mereka sebagian besar factor perceraian disebabkan oleh faktor ekonomi. Pada umumnya di Indonesia, faktor penampilan bukan menjadi faktor utama kadidat memilih pasangan ada beberapa faktor – faktor tertentu yang mendukung ini dipandang secara subjektif oleh para kadidat – kadidat.
Untuk memikat perhatian orang lain maka modal yang pertama adalah penampilan luar. Penampilan luar yang baik, misal berwajah tampan, cantik, bertubuh gagah atau berbadan seksi dan sebagainya akan mendapatkan perhatian lebih dari orang lain terutama orang-orang yang mecari pasangan hidup. Dalam acara Take Me Out Indonesia kriteria ini juga temasuk kriteria penting karena kebanyakan para pemilih yaitu wanita juga memasukkan faktor ini dalam agenda syarat pria idaman. Tingkat seberapa tinggi kriteria penampilan fisik tergantung masing - masing para wa nitanya karena bobot dan porsinya berbeda–beda.
Novita:
“yo lek aku golek cowok sing ganteng dhise’ mas… ben gak isin lek mlaku bareng.” (ya kalau saya mencari pria yang tampan diutamakan mas, biar tidak malu jika berjalan bersama).

Fikri:
”Penampilan itu pertama karena cinta itu dating dari mata turun ke hati jadi yang dilihat pertama pempilan kalau penampilan Ok hati juga Ok”

Dini:
“kalo’ aku sih Mas, pinginnya milih cowok tu yang putih, tinggi, trus mapan Mas… Pingin memprbaiki keturunan Mas, kan aku orange pendek ya aga’ item…hehehe”. (Kalau saya sih Mas, inginnya memilih laki-laki itu yang putig, tinggi, kemudian mapan Mas… Ingin memperbaiki keturunan Mas, maklum saya orangnya kan pendek ya agak hitam…hehehe…)

2. Kepribadian
Kepribadian diri seorang pria dan wanita juga menjadi factor penting dalam menjalani suatu hubungan, faktor kepribadian akan terlihat atau timbul bila telah ada interaksi antar individu secara personal dan berjangka lama. Bila dihubungkan dengan Take Me Out Indonesia maka faktor atau kriteria ini sulit terlihat dan krepribadian bukanlah menjadi faktor utama memilih pasangan dalam acara ini karena dalam acara itu berlangsung secara singkat dan para pemilih harus memilih atau tidak dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh penyelenggara acara.
Erike:
”lek aku yow nontok atine lek atine elek masio ganteng yow males”(kalau aku ya lihat hatinya,kalau hatinya jelek mekipun ganteng ya males).

Ayu Lestari:
“Pertama liat ahlaknya baik to enggak lalu pendidikanya.urusan cakep ato jelek yang itu tergantung keberuntungan, harta baru trakhir. Kalau Pendidikan itu penting, karena menentukan masa depan”.

3. Pendidikan
Pendidikan termasuk kriteria para individu memilih pasangan dimana kriteria ini juga sangat penting bagi kelangsungan suatu hubungan, bila salah satu individu memiliki pendidikan yang tinggi maka cenderung dia memiliki standarisasi bila memiliki suatu pasangan yaitu seseorang yang dapat menyeimbangkan tingkat pendidikan dia sehingga dalam berkomunikasi mereka bisa lancar dan cocok. Bila dihubungkan dengan acara Take Me Out Indonesia faktor ini juga berpengaruh seberapa besar para wanita memilih sang pria, dan kebanyakan para wanita memiliki pendidikan yang tinggi dan memiliki pekerjaan yang mapan sehingga mereka memiliki standarisasi masing – masing dalam memiliki pasangan.
Ayu Lestari:
“Pertama liat ahlaknya baik to enggak lalu pendidikanya.urusan cakep ato jelek yang itu tergantung keberuntungan, harta baru trakhir. Kalau Pendidikan itu penting, karena menentukan masa depan”.

4. Materi
Berpikir secara rasional, materi dapat menentukan masa depan seseorang. Jika dikaitkan dengan pendapatan ekonomi, seseorang akan memilih pasangan juga harus melihat dari segi materi yang dimiliki. Tidak akan mungkin seseorang akan hidup menjadi keluarga tanpa memiliki kebutuhan ekonomi yang minim. Sebuah pekerjaan yang dimiliki seseorang akan menetukan pendapatan yang dimiliki,paling tidak akan membawa perkembangan dalam hidupnya kelak. Seseorang dalam memilih pasangan hidup, selain dari penampilan, pekerjaan, iman, juga akan memikirkan pendapat yang dimiliki, karena akan menentukan kualitas dalam hidupnya.
Sedangkan materi jika dilihat dari segi agama, meteri dipandang sebagai criteria bagi seseorang dalam memilih pasangan hidup. Karena tidak mungkin seseorang mencari pasangan hidup yang natinya tidak dapat memberikan nafkah dalam keluarganya kelak. Karena agama mengajarkan bahwa seorang suami harus bertanggung jawabakan keluarganya, baik itu secara lahir dan batin. Suami harus memberikan nafkah kepada keluarga, dan memberikan kebahagiaan pada keluarganya kelak.
Ayu Lestari:
“Pertama liat ahlaknya baik to enggak lalu pendidikanya.urusan cakep ato jelek yang itu tergantung keberuntungan, harta baru trakhir. Kalau Pendidikan itu penting, karena menentukan masa depan”.
Materi adalah juga faktor penting dalam kriteria memilih pasangan bila dibandingkan dengan faktor yang lain. Banyak orang-orang yang mengadalkan fakor ini terutama orang-orang yang mengalami ketimpangan di faktor lain. Bila dihubungkan dengan acara Take Me Out Indonesia maka materi salah satu yang paling di utamakan. Banyak para wanita yang melihat segi materi, seberapa besar materi yang dipunyai oleh sang pria maka dia akan memilihnya.
Cantika:
“yo kalo nyari pacar ta bojo yo kenal disek trus kudu kenal pribadi dewe – dewe tapi kalo aku nomer siji mapan ta gak e percuma laan pacaran tp pengangguran“ (kalau mencari pasangan harus kenal dulu, harus kenal kepribadian masing – masing tapi kalo aku syarat utama yaitu mapan atau tidaknya, percuma kalo punya hubungan tapi pasangannya pengangguran)

Yufita :
“yo nek aku milih cowok atau bojo nomer siji kudu sing mapan mas, masalah penampilan nomer mburi.” (ya jika saya memilih pria atau suami, nomor satu dia harus mapan mas, sedangkan penampilan itu nomor belakang)

Devi:
“Kalo’ cewe di Take Me Out itu Mas, kalo’ milih cowo’ cewe’nya banyak yang liatnya pake’ uang sama materi Mas… jadi kalo’ nggak da duit nggak mau milih tu cowo”. (Kalau perempuan di Take Me Out itu Mas, kalau memilih laki-laki perempuannya banyak yang melihat dengan uang dengan materi Mas… jadi kalau tidak punya uang tidak mau memilih laki-laki tersebut).

Data diatas adalah berbagai kriteri informan yang didapat tentang bagaimana kriteria yang diinginkan informan. Setiap orang mempunyai kriteria tertentu mereka dalam memilih pasangan mereka, seperti Novita dan Fikri yang melihat seorang dari penampilan luar seseorang, Erike dan Ayu yang melihat seorang dari kepribadian, sedangkan Cantika, Yuvita dan Devi yang melihat seseorang berdasarkan materi seseorang. Berdasarkan hal yang dikemukaan oleh informan ini menunjukkan bagaimana realitas subjektif seseorang dalam memilih pasangan mereka. Seseorang mempunyai pendapat yang berbeda–beda tentang criteria pasangan meraka. Sebagian informan terpengaruh reality show Take Me Out Indonesia dalam memlih pasangan mereka dan sebagian tidak terpengaruh dalam kriteria kontestan dalam reality Show Take Me Out Indonesia.


BAB VI
SIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Take Me Out Indonesia adalah reality show pencarian jodah yang ada di salah satu televisi swasta, dimana sebanyak 30 wanita cantik yang single memperebutkan seorang pria single. Wanita single akan mematikan lampu jika menolak pria single. Rality show ini terdiri dari tiga babak sampai akhirnya pria single mendapatkan wanita yang tetap menyalakan lampu podium yang artinya peserta itu memdapatkan pasangan. Sebagai acara yang baru Take Me Out Indonesia ini banyak menarik penonton untuk melihatnya baik wanita atau laki—laki dan dari berbagai umur.
Acara Take Me Out Indonesia menjadi tontonan yang cukup digemari oleh sebagian besar masyarakat karena dalam acara ini cukup kreatif membawa penonton untuk ikut merasa ketegangan para kontestan. Hal ini dapat dilihat dari presentasi banyaknya penonton melihat tayangan di televisi yang mengunggulkan acara Take Me Out Indonesia. Take Me Out Indonesia menjadi acara kegemaran masyarakat dan menjadi hiburan yang cukup untuk menghilangkan rasa stress atas segala rutinitas yang ada.
Acara ini cukup menjadi tren karena dibumbui dengan ajang cari jodoh yang lain dari yang biasa karena didalamnya diselipkan beberapa stage-stage yaitu yang stage pertama menemukan jodoh yang cocok, lalu stage selanjutnya ajang unjuk gigi kedua pasangan mengukur seberapa cocoknya mereka dihadapan juri-juri, stage terakhir yaitu stage dimana mereka para pasangan Take Me Out Indonesia dipilih para juru–juri melalui voting untuk menilai para pasangan pantas bertahan dan melanjutkan hubungan di Take Me Out Indonesia atau gugur dalam pentas acara Take Me Out Indonesia.
Pandangan masyarakat dalam melihat tayangan acara Take Me Out Indonesia kita lihat dari banyaknya respon masyarakat melihat acara tersebut dan banyak juga respon yang berbeda–beda dalam menyikapi acara tersebut walaupun ada sebagian yang tidak mengukai reality show ini. Masyarakat yang mengukai memandang acara seperti ini menarik dan cocok untuk hiburan. Realiy semacam ini menampilkan hal yang berbeda ketika masyarakat sedang disuguhi acara yang bertema sama dan membosankan, Take Me Out Indonesia sebagai jalan keluar ditengah –tengah kejenuhan masyarakat terhadap acara televisi yang ada sekarang. Sisi negative menurut sebagian masyarakat yang tidak menyukai dan tidak telalu suka melihat Take Me Out Indonesia menganggap acara reality show Take Me Out Indonesia dianggap sebagai pencarian jodoh yang sesuai dengan kehidupan masyarakat modern dan seolah-olah memengajarkan bagaimana cara mendapatkan pasangan, Jadi untuk referensi bagi dalam memilih pasangan. Hal ini dibuktikan dengan salah satu pendapat informan yang bernama Cantika yang mengambil sedikit nlai-nilai yang ada dalam Take Me Out Indonesia sebagai pedoman dalam memilih pasangan.
Akan tetapi setelah dibahas dalam pembahasan pada BAB V, setelah dikorelasikan dengan pendapat dari para informan yang memberikan pendapatnya sesuai dengan realitas subyektif yang diberikan mengenai acara Take Me Out Indonesia ini. Dapat diketahui 3 dari 10 informan yang memberikan informasinya tentang acara ini mengatakan bahwa, acara Take Me Out Indonesia ini merupakan acara yang cukup menghibur di masyarakat. Mereka mengatakan bahwa acara ini juga dapat menghilangkan stress karena menarik dan bagus. Sedangkan 7 dari 10 informan yang ada atau yang tercantum dalam memberikan pendapatnya dalam BAB V mengungkapakan bahwa mereka lebih condong utuk tidak setuju dengan acara ini. Mereka menganggap bahwa Take Me Out Indonesia ini merupakan acara yang membosankan, karena hanya berisi tentang pencarian jodoh seseorang, apalagi dengan adanya peserta yang memetok untuk memilih pasangan dengan memandang dari segi materi dan jug penampilan. Salah satu dari mereka (Ayu Lestari) menganggap bahwa acara ini adalah acara bagi para orang-orang yang kurang kerjaan.
Jika dikaitkan atau dikorelasikan dengan teori yang ada, dapat dikatakan konstruksi masyarakat mengenai acara Take Me Out Indonesia terutama dalam fokus pemilihan pasangan adalah adanya ketidak setujuan atau ketidak sepakatan dengan apa yang ditampilakan pada acara tersebut. Masyarakat di sini menilai bahawa acara Take Me Out Indonesia adalah ajang pencarian jodoh yang pesertanya lebih condong untuk mencari jodoh dengan beberapa syarat atau memberikan sebuah patokan dalam menacari pasangan. Diantaranya seperti lebih mengutamakan pada penampilan (fisik), pekerjaan, dan terutama dalam hal materi.

B. Saran
Saran dalam laporan ini untuk acara ini dan juga bagi para pemirsa acara Take Me Out Indonesia adalah, pertama untuk acara Take Me Out Indonesia ini yaitu acara yang diatayangakan agar tidak monoton hanya dengan sistem pencarian jodoh semata, karena semakin monoton acara yang diatayangkan maka semakin membosankan pula acara tersebut. Penonton televisi akan menyukai program atau acara yang sifatnya kreatif dan tidak jenuh untuk ditonton.
Sedangkan yang kedua, yaitu pada peserta dalam Take Me Out Indonesia seharusnya tidak memberikan patokan-patokan yang terlalu tinggi dalam mencari pasangan yang akan dipilih. Dalam acara ini peserta banyak yang memilih pasangan dengan memakai patoka-patokan dalam menentukan pasangan.

DAFTAR PUSTAKA
Dunia TV. 2009. Take Me Out Indonesia Teratas Selama Bulan September 2009.
(Online) (Diakses dari http://indonesiatvguide.blogspot.com/2009/10/take-mehim-out-indonesia-teratas-selama.html pada tanggal 16 November 2009).

Johnson, Doyle Paul. 1986. Teori Sosiologi Klasik dan Moder. Jilid 1. Jakarta:
PT. Gramedia.

Kasogi, Adnan. 2009. “Take Me Out Indonesia: Representasi Dangkalnya Hakikat
Cinta.” Kritis. September. Halaman 17.

Nindya, Lasyitha. 2009. Toeri Kepribadian Erich Fromm. (Online) (Diakses dari:
http://lasyithaanindya.clogspot.com/2009/05/teori-kepribadian-erich-fromm.html pada tanggal 23 Desember 2009). Halaman 3.

Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru 2008 Universitas Negeri Surabaya.
2008. Surabaya: Unesa Press.

Poloma, Margaret M. 2007. Sosiologi Kontemporer. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.

Ritzer, George & Dougles J. Goodman. 2008. Teori Sosiologi Modern. Jakarta:
Kencana.

Thread Pangeran. 2009. Take Me Out Indonesia sebagai Program TV Terfavorit
ABI 2009. (Online) (Diakses dari http://pangeran229.wordpress.com/2009/06/19/take-me-out-indonesia/.htm padea tanggal 16 November 2009).

Wahyuni, Niniek Sri dan Yusniati. 2005. Manusia dan Masyarakat. Jilid 3.
Jakarta: Ganeca Exact.

1 komentar:

  1. kak.. ak numpang penelitian ini ya sebagai masukan untuk penelitianku. thanks for sharing :D

    BalasHapus