Review Buku:
TUBUH YANG RASIS
Bagus Kurnia Rahman
Judul : Tubuh yang Rasis
Penulis : Seno Joko Suyono
Penerbit: Pustaka Pelajar
Tahun : 2002
Penulis : Seno Joko Suyono
Penerbit: Pustaka Pelajar
Tahun : 2002
Jika Anda menemukan buku ini kemudian membeli dan mulai membaca halaman demi halaman, maka Anda akan diajak oleh Seno Joko Suyono untuk pergi ke masa di mana kerajaan-kerajaan Eropa berjaya dengan segala ideologi pada orang-orang tertentu yang secara kontekstual tertulis dalam buku ini. Buku Tubuh yang Rasis ini akan memberikan deskripsi secara kompleks tentang Michel Foucault sebagai tokoh utama dalam buku ini yang memberikan analisa-analisa pengetahuan secara dasar tentang “penanganan” akan tubuh oleh stake holder di bagian bumi Eropa.
Tidak bisa dipungkiri lagi bagaimana Foucault tumbuh dan berkembang dengan latar belakang pemahaman-pemahaman yang tak lazim bagi orang-orang awam. Contohnya saja Marques de Sade, seorang sastrawan Perancis yang sangat dipuja-puja oleh Foucault. Foucault sangat mengagumi karya-karya fenomenal dari Sade, karena Foucoult memandang karya-karya Sade bukanlah sebuah karya yang hanya sekedar memperlihatkan romantisme puitis dari seorang pujangga, akan tetapi lebih memberikan nuansa realitas yang tak biasa bahwa Foucoult telah melihat adanya sebuah eksperiman kriminalitas yang tak biasa di mana seksualitas yang lahir dengan fantasi erotisme dipadukan dengan kekejaman dan juga penyikasaan tubuh. Itu menjadi salah satu alasan mengapa Foucault dengan sebagian besar karya-karyanya lebih menelaah pada pemahaman sebuah tubuh sebagai akses dan bahkan alat komoditi.
Maka dalam buku ini Anda akan disuguhkan tentang analisa Foucault yang melihat tubuh-tubuh dijadikan sebagai bahan eksekusi dari pemerintahan baik itu kerajaan-kerajaan atau para stake holder. Ada beberapa analisis yang disuguhkan dalam membahas pemaknaan tubuh ini. Mulai dari munculnya politik-politik yang menggunakan tubuh sebagai akses untuk menciptakan provit dalam pengendalian-pengendalian kriminalitas di masyarakat Eropa. Salah satu tindakan konkret yang dilakukan pemerintahan di benua Eropa yaitu menciptakan penjara-penjara yang difungsikan untuk menahan individu yang melakukan kegiatan yang dianggap sebagai anomali dibawah pengawasan institusi-institusi yang ada. Penjara dianggap sebagai alat yang efektif untuk memberikan hukuman dan penguatan kedisiplinan sosial. Realitas tersebut tertuang dalam karya Foucault yang berjudul The Descipline and Punish. Penjara-penjara yang semakin dikembangkan setelah melihat keefektifan sisi fungsionalnya, maka penjara menjadi acuan untuk melakukan kontrol sosial. Selain itu, di benua Eropa tubuh menjadi komoditi ekonomi yang cukup pesat. Paksaan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dituntut dari instansi yang ada menciptakan kerja paksa demi dapat menghasilkan provit ekonomi yang bagi pihak-pihak yang ingin mendapatkan keutungan.
Mulai dari wilayah Perancis, Roma, bahkan sampai Yunani, Foucault melihat adanya determinasi religiusitas gereja yang sangat kuat untuk meredam bahkan berusaha untuk menghilangkan jejak tabiat-tabiat yang dilakukan masyarakat Eropa tentang seksualitas dan keabnormalannya. Kepercayaan gereja pada masa itu menilai bahwa birahi dan nafsu adalah aspek yang perlu dilangkan dari peradaban masyarakat Eropa karena dianggap sebagai celah utama bagi masyarakat Eropa pada masa itu melakukan tindakan seksualitas yang semakin parah. Sebagai contohnya banyaknya kasus-kasus pemuasan nafsu seksual yang disertai dengan menyakiti lawan berhubungan seksual serta banyaknya hubungan-hubungan sejenis yang merambah di lingkup masyarakat Eropa dan itu dianggap sebagai tindakan kriminalitas yang harus diselesaikan.
Buku ini pun akan menyajikan kepada Anda bagaimana cerita tentang proses-proses hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku kriminal oleh kerajaan atau pemerintahan sebelum munculnya penjara sebagai alat pengontrol sosial, dan lagi-lagi tubuh menjadi acuan untuk para algojo menyelesaikan para kasus kriminal tersebut. Ada satu kisah penghukuman yang ditujukan kepada Damiens yang cukup mencekam kala itu. Jika Anda membaca, pasti Anda akan menggelengkan kepala melihat hukum yang ditegakkan di Eropa pada masa itu. Akan tetapi itulah realitas yang disampaikan oleh Foucault untuk mempertegas bahwa dengan cara-cara seperti itulah para kelompok kelas menengah bangsa-bangsa di Eropa mencoba untuk membentuk lingkup eksistensi atas dasar tubuh.
<><><>

wah terimaksih resensinya:) saya sedang mencari buku ini, namun belum saya dapatkan sampai sekarang. Apakah mas bagus tahu dimana saya bisa mendapatkan buku ini?
BalasHapusTerimakasih dan slam kenal..:)
Maaf saya baru buka blog saya lagi. Waktu kitu saya beli di Jogja,coba cari di Toko Buku Social Agency atau komplek gerai toko2 buku di belakangnya Taman Pintar Jogja.
Hapus