Selasa, 23 Oktober 2012

Film Namaku Dick: Representasi Visual Kekuasaan Laki-Laki

Film Namaku Dick:

Representasi Visual Kekuasaan Laki-Laki

Bagus Kurnia Rahman
Sekilas tentang Film Namaku Dick
Film ini menceritakan tentang seorang laki-laki yang dalam kehidupannya mempunyai pasangan atau kekasih lebih dari satu. Bama Suganda, itulah nama laki-laki tersebut. Dia bekerja sebagai seorang arsitek di sebuah perusahaan dibidang pembangunan. Dalam kehidupannya dia dikenal dikalangan teman-temannya sebagai seorang playboy. Hal ini dapat dilihat dari jumlah kekasih yang dimilikinya, yang total dalam film ini berjumlah tiga orang wanita. Hingga suatu hari oleh perusahaannya dia diajukan untuk menangani sebuah proyek pembangunan gedung di perusahaan seorang yang terkemuka yaitu Pak Gunardi. Selain sebagi pemilik perusahaan, Pak Gunardi adalah seorang yang mempunyai dua orang istri dan keduanya bias saling akur satu sama lain tanpa ada suatu masalah yang seperti kebanyakan terjadi dalam masyarakat.
Dalam menjalankan proyek ini, ternyata Bama tidak berjalan sendirian. Ternyata Pak Gunardi juga menggunakan satu orang lagi jasa arsitek untuk membantuk Bama dalam pekerjaannya. Tidak disangka-sangka, ternyata teman satu pekerjaan di perusahaa Pak Gunardi adalah teman Bama sewaktu Sekolah Dasar dan dia adalah seorang wanita yang pernah ia cintai.
Dalam pembicaraan keduanya tidak disangaka salah satu kekasih Bama melihat Bama yang tengah berduaan dengan temannya tersebut. Karena terbakar cemburu, kekasihnya melakukan sesuatu untuk embalas kekecewaan tersebut. Dengan melakukan guna-guna, dia membalas perbuatan Bama yang berdampak alat kelamin Bama bias berbicara. Unuk menghilangka hal tersebut, Bama harus meminta maaf kepada para wanita yang telah dicintainya karena telah berbohong telah memiliki lebih dari satu kekasih.
Setelah berakhirnya peramasalahan yang dialami oleh Bama, akhirnya Bama bias menjalani kehidupan secra normal dan wajar sesuai dengan keinginannya. Dan Bama pun pada akhirnya bisa mendapatkan kekasih yang diidam-idamkan sejak lama yaitu teman semasa Sekolah Dasar dulu yang juga sebagai teman satu tim dalam rencana pembangunan di perusahaan Pak Gunardi.

Namaku Dick: Gender dan Kekuasaan Laki-Laki
Film yang berjudul “Namaku Dick” ini jika di analisis dalam prespektif sosiologi gender, film ini termasuk film yang mengangkat realitas dalam masyarakat yaitu adanya sistem patriarki. Sistem patriarki adalah suatu bentuk realitas di masyarakat di mana laki-laki menguasai bebrapa aspek yang ada di masyarakat, menguasai sektor publik, selalu merasa bahwa laki-laki harus berada di atas perempuan dalam hal kedudukan.
Film ini memperlihatkan bagaimana seorang Dick mempunyai lebih dari satu kekasih, dan juga peran dari Pak Gunardi yang mempunyai istri yang lebih dari satu. Bagaimana seorang laki-laki mempunyai dominasi atas kekuasaan yang tinggi menandakan bahwa laki-laki adalah yang berhak memegang kendali atas sektor-sektor yang ada. Jika dikaitkan dengan teorinya, maka dapat dikorelasikan dengan teori feminisme radikal, di mana terciptanya suatu ketidakadilan pada perempuan karena terdapat sistem patriarki yang telah mengkonstruksi masyarakat bahwa laki-lakilah yang berhak memegang kekuasaan. Dari teori feminisme radikal ini menjelaskan bagaimana dampak yang diderita perempuan yang menjadi objek utama dari penindasan laki-laki. Tidak hanya kekerasan fisik yang secara umum terjadi, akan tetapi juga dari aspek psikis prempuan mrasa telah ditindas. Seperti yang telah diceritakan dalam film ini, para kekasih dari Bama akhirnya sadar bahwa mereka telah ditindas melalui ketidakadilan.
Jadi pada dasarnya sistem patriarki yang ada telah terkonstruksi di dalam masyarakat, sehingga menyebabkan masyarakat sudah terkontaminasi bahwa seorang laki-laki adalah pemilik kekuasaan yang paling tinggi dan adanya dominasi yang kuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar