Film Namaku Dick:
Representasi Visual Kekuasaan Laki-Laki
Bagus Kurnia Rahman
Sekilas tentang Film Namaku Dick
Film
ini menceritakan tentang seorang laki-laki yang dalam kehidupannya mempunyai
pasangan atau kekasih lebih dari satu. Bama Suganda, itulah nama laki-laki
tersebut. Dia bekerja sebagai seorang arsitek di sebuah perusahaan dibidang
pembangunan. Dalam kehidupannya dia dikenal dikalangan teman-temannya sebagai
seorang playboy. Hal ini dapat
dilihat dari jumlah kekasih yang dimilikinya, yang total dalam film ini
berjumlah tiga orang wanita. Hingga suatu hari oleh perusahaannya dia diajukan
untuk menangani sebuah proyek pembangunan gedung di perusahaan seorang yang terkemuka
yaitu Pak Gunardi. Selain sebagi pemilik perusahaan, Pak Gunardi adalah seorang
yang mempunyai dua orang istri dan keduanya bias saling akur satu sama lain
tanpa ada suatu masalah yang seperti kebanyakan terjadi dalam masyarakat.
Dalam
menjalankan proyek ini, ternyata Bama tidak berjalan sendirian. Ternyata Pak
Gunardi juga menggunakan satu orang lagi jasa arsitek untuk membantuk Bama
dalam pekerjaannya. Tidak disangka-sangka, ternyata teman satu pekerjaan di
perusahaa Pak Gunardi adalah teman Bama sewaktu Sekolah Dasar dan dia adalah
seorang wanita yang pernah ia cintai.
Dalam
pembicaraan keduanya tidak disangaka salah satu kekasih Bama melihat Bama yang
tengah berduaan dengan temannya tersebut. Karena terbakar cemburu, kekasihnya
melakukan sesuatu untuk embalas kekecewaan tersebut. Dengan melakukan guna-guna,
dia membalas perbuatan Bama yang berdampak alat kelamin Bama bias berbicara.
Unuk menghilangka hal tersebut, Bama harus meminta maaf kepada para wanita yang
telah dicintainya karena telah berbohong telah memiliki lebih dari satu
kekasih.
Setelah
berakhirnya peramasalahan yang dialami oleh Bama, akhirnya Bama bias menjalani
kehidupan secra normal dan wajar sesuai dengan keinginannya. Dan Bama pun pada
akhirnya bisa mendapatkan kekasih yang diidam-idamkan sejak lama yaitu teman
semasa Sekolah Dasar dulu yang juga sebagai teman satu tim dalam rencana
pembangunan di perusahaan Pak Gunardi.
Namaku Dick: Gender dan Kekuasaan Laki-Laki
Film
yang berjudul “Namaku Dick” ini jika di analisis dalam prespektif sosiologi
gender, film ini termasuk film yang mengangkat realitas dalam masyarakat yaitu
adanya sistem patriarki. Sistem patriarki adalah suatu bentuk realitas di
masyarakat di mana laki-laki menguasai bebrapa aspek yang ada di masyarakat,
menguasai sektor publik, selalu merasa bahwa laki-laki harus berada di atas
perempuan dalam hal kedudukan.
Film
ini memperlihatkan bagaimana seorang Dick mempunyai lebih dari satu kekasih,
dan juga peran dari Pak Gunardi yang mempunyai istri yang lebih dari satu. Bagaimana
seorang laki-laki mempunyai dominasi atas kekuasaan yang tinggi menandakan
bahwa laki-laki adalah yang berhak memegang kendali atas sektor-sektor yang
ada. Jika dikaitkan dengan teorinya, maka dapat dikorelasikan dengan teori
feminisme radikal, di mana terciptanya suatu ketidakadilan pada perempuan
karena terdapat sistem patriarki yang telah mengkonstruksi masyarakat bahwa
laki-lakilah yang berhak memegang kekuasaan. Dari teori feminisme radikal ini menjelaskan
bagaimana dampak yang diderita perempuan yang menjadi objek utama dari
penindasan laki-laki. Tidak hanya kekerasan fisik yang secara umum terjadi,
akan tetapi juga dari aspek psikis prempuan mrasa telah ditindas. Seperti yang
telah diceritakan dalam film ini, para kekasih dari Bama akhirnya sadar bahwa
mereka telah ditindas melalui ketidakadilan.
Jadi
pada dasarnya sistem patriarki yang ada telah terkonstruksi di dalam
masyarakat, sehingga menyebabkan masyarakat sudah terkontaminasi bahwa seorang
laki-laki adalah pemilik kekuasaan yang paling tinggi dan adanya dominasi yang kuat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar