Minggu, 11 November 2012

Pindah Agama: Pencegahan dan Penerimaan



Pindah Agama: Pencegahan dan Penerimaan


Bagus Kurnia Rahman
 Manusia hidup di dunia tidak hanya untuk kepentingan duniawi saja, akan tetapi juga hidup untuk penyembahan atas Tuhan yaitu dzat yang dianggap kekal dan memiliki kuasa atas hidup manusia. Proses-proses penyembahan atas nama Tuhan ini tersirat dalam apa yang dinamakan agama. Agama diciptakan untuk dapat mengakomodir segala bentuk kegiatan manusia yang tujuannya dapat mendekatkan diri dengan penciptanya. Agama hadir sebagai sebuah representasi manusia yang haus akan nilai-nilai kebajikan, kearifan, keindahan, dan juga kedamaian. Dasar dibentuknya agama adalah adanya adanya suatu nilai dan  aturan yang dijadikan sebagai patokan dalam setiap perbuatan dan perilaku manusia, baik itu dalam hubungan antar manusia dengan manusia maupun manusia dengan penciptanya.

Senin, 29 Oktober 2012

Review Buku: TUBUH YANG RASIS

Review Buku:

TUBUH YANG RASIS

Bagus Kurnia Rahman
Judul    : Tubuh yang Rasis
Penulis    : Seno Joko Suyono
Penerbit: Pustaka Pelajar
Tahun    : 2002

Jika Anda menemukan buku ini kemudian membeli dan mulai membaca halaman demi halaman, maka Anda akan diajak oleh Seno Joko Suyono untuk pergi ke masa di mana kerajaan-kerajaan Eropa berjaya dengan segala ideologi pada orang-orang tertentu yang secara kontekstual tertulis dalam buku ini. Buku Tubuh yang Rasis ini akan memberikan deskripsi secara kompleks tentang Michel Foucault sebagai tokoh utama dalam buku ini yang memberikan analisa-analisa pengetahuan secara dasar tentang “penanganan” akan tubuh oleh stake holder di bagian bumi Eropa.

Jumat, 26 Oktober 2012

Pembangunan, Pakai Jalan Desentralisasi atau Sentralisasi?

Pembangunan, Pakai Jalan Desentralisasi atau Sentralisasi?

Bagus Kurnia Rahman
Sebuah pembangunan pasti akan terlaksana dan dilaksanakan pada sebuah Negara yang secara konkrit menginginkan adanya perubahan ke arah yang lebih baik, tinggal bagaimana peranan Negara beserta apa yang di dalamnya akan mengarahkan program pembanguan yang seperti apa. Terdapat beberapa aspek penting yang tidak akan lepas dari penyoalan sebuah pembangunan dan perubahan, sosial, ekonomi, budaya, dan juga pemerintahan menjadi aspek-aspek penting yang akan menjadi kontributor dalam penanganan pembangunan. Tinggal bagaimana jalan yang akan dipakai untuk melaksanakan proses pembangunan itu, apakah semua aspek dapat dilakukan secara dsentralisasi ataukah secara sentralisasi dalam suatu perubahan atau pembangunan?

Film Freedom Writers: Penyadaran Kolektif Lewat Menulis

Film Freedom Writers:

Penyadaran Kolektif Lewat Menulis

Bagus Kurnia Rahman
 

Sekilas tentang Freedom Writers
Film Freedom Writers ini menceritakan tentang bagaimana seorang pengajar disebuah sekolah menengah atas di Negara Amerika Serikat yang mampu untuk menghandle dan dapat memberikan sebuah bentuk persatuan atau penyatuan integrasi kelompok tanpa melihat berbagai macam suku dan ras yang hadir dalam kelompok kelas tersebut. Cerita ini bermula ketika terdapat seorang pengajar atau guru baru yang masuk disekolah Woodrow Wilson High School New Port Beach, kawasan Amerika Serikat sebagai pengajar guru bahasa Inggris yang bernama Erin Gruwell. Gruwell sangat terkejut ketika mendapati anak didiknya yang sangat beragam dan keras, dalam artian mereka yang menjadi musri dari Erin Gruwell adalah

Film IP Man 2: Pelunturan Primordialisme

Film IP Man 2:

Pelunturan Primordialisme

Bagus Kurnia Rahman


IP 2 adalah sebuah film laga yang berseting di Hong-Kong dengan masa pendudukan orang-orang Inggris di Hong-Kong dengan kultur masyarakat Hong-Kong sendiri yang syarat dengan dunia persilatan atau ilmu-ilmu bela diri. IP Man sebenarnya adalah orang China yang diungsikan ke Hong-Kong setelah menang melawan orang-orang Jepang di China. Di Hong-Kong, Ip Man mendirikan sekolah ilmu bela diri dengan aliran Wing Chun yang berasal dari kota Foshan.
Pada awalnya, semenjak Ip Man tinggal di Hong-Kong kesehariannya dalam menjalani kehidupan sangat sulit dikarenakan sulitnya hal untul memenuhi kebutuhan dan minimnya perekonomian yang dimilki

Rabu, 24 Oktober 2012

Kolaborasi Musik dan Kapitalisasi

Kolaborasi Musik dan Kapitalisasi

Penilaian Theodore W. Adorno tentang Industri Budaya

Bagus Kurnia Rahman

Industri budaya saat ini sudah semakin marak, yang dianggap oleh Adorno sebagai suatu industri karena lebih mementingkan keuntungan besar dibandingkan dengan mendalami nilai budaya yang ada sebagai suatu analisis kritis dan sebagai sarana kebebasan inidividu. Karena sifatnya yang lebih mementingkan keuntungan semata, dapat dikatakan hasil produksi kesenian tidak lagi sesuai keasliannya yaitu adanya nilai-nilai budaya bagi masyarakat. Hal tersebut terjadi karena industri hanya akan menahan stimulus bagi para konsumennya untuk dapat berikir secara kritis, tidak lagi dapat mencari nilai dari sebuah karya seni. Sehingga industri kesenian hanyalah sebagai kegembiraan yang semu belaka. Antara seni dengan sistem pasar, Adorno menggunakan avant-garde, yaitu upaya untuk menentang homogenisasi yang ditujukan pada komersialisasi seni, di mana objek seni akan direduksi agar nantinya hanya dapat memiliki nilai tukar saja.

Selasa, 23 Oktober 2012

Film I Not Stupid: Kritik Dunia Pendidikan yang Terkotak-Kotak

Film I Not Stupid:

Kritik Dunia Pendidikan yang Terkotak-Kotak 

 Bagus Kurnia Rahman

Film  ini mengisahkan tentang persahabatan dari tiga orang anak denga latar belakang mereka, baik dari perekonomian keluarga, didikan orang tua mereka sendiri-sendiri. Boon Hock adalah anak dari ketiga tokoh yang menjadi pemeran dari film ini yang disetting paling pintar. Boon Hock datang dari keluarga sederhana yang membuka warung makanan makanan. Dalam kesehariannya, Boon Hock menghabiskan waktunya di warung makanan milik orang tuanya, muali dari menjadi pelayan sendiri di warung, mengasuh adiknya yang masih kecil, dan juga masih dapat meluangkan waktunya untuk belajar dan mengerjaka tugas dari sekolahnya. Kemuadian Terry. Terry hidup dari keluarga yang sangat kaya, dapat dilihat dari ayahnya yang menjadi seorang direktur sebuah perusahaan dendeng babi. Kecerdasan intelektualnya rata-rata dibandingakan dari dua tokoh dari fim ini Boon Hock dan Kok Pin. Terry adalah anak yang sangat patuh dengan apa yang menjadi tutur kata ibunya, yang menjadi doktrin penting dari ibunya terhadap Terry dan kakaknya adalah untuk tidak ikut campur urusan orang, sehingga Terry menjadi anak yang tidak bisa mengatur kehidupannya dengan lingkungan di mana dia tinggal.

Film Namaku Dick: Representasi Visual Kekuasaan Laki-Laki

Film Namaku Dick:

Representasi Visual Kekuasaan Laki-Laki

Bagus Kurnia Rahman
Sekilas tentang Film Namaku Dick
Film ini menceritakan tentang seorang laki-laki yang dalam kehidupannya mempunyai pasangan atau kekasih lebih dari satu. Bama Suganda, itulah nama laki-laki tersebut. Dia bekerja sebagai seorang arsitek di sebuah perusahaan dibidang pembangunan. Dalam kehidupannya dia dikenal dikalangan teman-temannya sebagai seorang playboy. Hal ini dapat dilihat dari jumlah kekasih yang dimilikinya, yang total dalam film ini berjumlah tiga orang wanita. Hingga suatu hari oleh perusahaannya dia diajukan untuk menangani sebuah proyek pembangunan gedung di perusahaan seorang yang terkemuka yaitu Pak Gunardi. Selain sebagi pemilik perusahaan, Pak Gunardi adalah seorang yang mempunyai dua orang istri dan keduanya bias saling akur satu sama lain tanpa ada suatu masalah yang seperti kebanyakan terjadi dalam masyarakat.

Candu Kekerasan dalam Bingkai Realitas Sosial

Candu Kekerasan dalam Bingkai Realitas Sosial

Bagus Kurnia Rahman
Diibaratkan dengan sebuah istilah bagaikan jamur tumbuh di musim hujan, bentuk-bentuk kekerasan di bumi Indonesia kian hari kian subur. Bagaimana tidak, dalam selang beberapa hari saja lewat media-media yang ada di sekitar kita (TV, radio, media massa, dsb) kita disuguhkan dengan pemberitaan maraknya kegiatan anarkis seperti perkelahian sampai dengan tawuran antar kampung dan juga antar calon manusia terpelajar (baca: pelajar). Berminggu-minggu kita dijejali bingkai anarkisme yang cukup heboh, bisa kita contohkan ketika adanya tawuran antar pelajar SMAN 70 Jakarta dengan SMAN 6 Jakarta yang imbasnya adalah jatuhnya korban satu jiwa dari siswa SMAN 6 Jakarta. Mengenaskan memang, ketika instansi pendidikan yang dipercaya masyarakat sebagai lembaga pembentuk mental-mental intelektual justru kecolongan dengan hal semacam ini.

Senin, 06 Februari 2012

Asal-Usul Nama Indonesia


Sedikit reflesi ke belakang tentang Indonesia, terutama nama Inonesia yang dipakai oleh negara berkepulauan ini. Kata “Indonesia” mulai dipergunakan pertama kali oleh ahli antropologi Inggris J.R. Logan dalam karangannya yang berjudul “The Ethnology of the India Archipelago”, yang dimuat dalam Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia tahun 1850. Sebenarnya, masih ada sarjana yang mendahuluinya, yaitu