Kolaborasi Musik dan Kapitalisasi
Penilaian Theodore W. Adorno tentang Industri Budaya
Bagus Kurnia Rahman
Industri
budaya saat ini sudah semakin marak, yang dianggap oleh Adorno sebagai suatu industri karena lebih mementingkan keuntungan besar dibandingkan dengan mendalami nilai
budaya yang ada sebagai suatu analisis kritis dan sebagai sarana kebebasan
inidividu. Karena sifatnya yang lebih mementingkan keuntungan semata, dapat
dikatakan hasil produksi kesenian tidak lagi sesuai keasliannya yaitu adanya
nilai-nilai budaya bagi masyarakat. Hal tersebut terjadi karena industri hanya
akan menahan stimulus bagi para konsumennya untuk dapat berikir secara kritis,
tidak lagi dapat mencari nilai dari sebuah karya seni. Sehingga industri
kesenian hanyalah sebagai kegembiraan yang semu belaka. Antara
seni dengan sistem pasar, Adorno menggunakan avant-garde, yaitu upaya untuk menentang homogenisasi yang
ditujukan pada komersialisasi seni, di mana objek seni akan direduksi agar
nantinya hanya dapat memiliki nilai tukar saja.





