Rabu, 24 Oktober 2012

Kolaborasi Musik dan Kapitalisasi

Kolaborasi Musik dan Kapitalisasi

Penilaian Theodore W. Adorno tentang Industri Budaya

Bagus Kurnia Rahman

Industri budaya saat ini sudah semakin marak, yang dianggap oleh Adorno sebagai suatu industri karena lebih mementingkan keuntungan besar dibandingkan dengan mendalami nilai budaya yang ada sebagai suatu analisis kritis dan sebagai sarana kebebasan inidividu. Karena sifatnya yang lebih mementingkan keuntungan semata, dapat dikatakan hasil produksi kesenian tidak lagi sesuai keasliannya yaitu adanya nilai-nilai budaya bagi masyarakat. Hal tersebut terjadi karena industri hanya akan menahan stimulus bagi para konsumennya untuk dapat berikir secara kritis, tidak lagi dapat mencari nilai dari sebuah karya seni. Sehingga industri kesenian hanyalah sebagai kegembiraan yang semu belaka. Antara seni dengan sistem pasar, Adorno menggunakan avant-garde, yaitu upaya untuk menentang homogenisasi yang ditujukan pada komersialisasi seni, di mana objek seni akan direduksi agar nantinya hanya dapat memiliki nilai tukar saja.

Selasa, 23 Oktober 2012

Film I Not Stupid: Kritik Dunia Pendidikan yang Terkotak-Kotak

Film I Not Stupid:

Kritik Dunia Pendidikan yang Terkotak-Kotak 

 Bagus Kurnia Rahman

Film  ini mengisahkan tentang persahabatan dari tiga orang anak denga latar belakang mereka, baik dari perekonomian keluarga, didikan orang tua mereka sendiri-sendiri. Boon Hock adalah anak dari ketiga tokoh yang menjadi pemeran dari film ini yang disetting paling pintar. Boon Hock datang dari keluarga sederhana yang membuka warung makanan makanan. Dalam kesehariannya, Boon Hock menghabiskan waktunya di warung makanan milik orang tuanya, muali dari menjadi pelayan sendiri di warung, mengasuh adiknya yang masih kecil, dan juga masih dapat meluangkan waktunya untuk belajar dan mengerjaka tugas dari sekolahnya. Kemuadian Terry. Terry hidup dari keluarga yang sangat kaya, dapat dilihat dari ayahnya yang menjadi seorang direktur sebuah perusahaan dendeng babi. Kecerdasan intelektualnya rata-rata dibandingakan dari dua tokoh dari fim ini Boon Hock dan Kok Pin. Terry adalah anak yang sangat patuh dengan apa yang menjadi tutur kata ibunya, yang menjadi doktrin penting dari ibunya terhadap Terry dan kakaknya adalah untuk tidak ikut campur urusan orang, sehingga Terry menjadi anak yang tidak bisa mengatur kehidupannya dengan lingkungan di mana dia tinggal.

Film Namaku Dick: Representasi Visual Kekuasaan Laki-Laki

Film Namaku Dick:

Representasi Visual Kekuasaan Laki-Laki

Bagus Kurnia Rahman
Sekilas tentang Film Namaku Dick
Film ini menceritakan tentang seorang laki-laki yang dalam kehidupannya mempunyai pasangan atau kekasih lebih dari satu. Bama Suganda, itulah nama laki-laki tersebut. Dia bekerja sebagai seorang arsitek di sebuah perusahaan dibidang pembangunan. Dalam kehidupannya dia dikenal dikalangan teman-temannya sebagai seorang playboy. Hal ini dapat dilihat dari jumlah kekasih yang dimilikinya, yang total dalam film ini berjumlah tiga orang wanita. Hingga suatu hari oleh perusahaannya dia diajukan untuk menangani sebuah proyek pembangunan gedung di perusahaan seorang yang terkemuka yaitu Pak Gunardi. Selain sebagi pemilik perusahaan, Pak Gunardi adalah seorang yang mempunyai dua orang istri dan keduanya bias saling akur satu sama lain tanpa ada suatu masalah yang seperti kebanyakan terjadi dalam masyarakat.

Candu Kekerasan dalam Bingkai Realitas Sosial

Candu Kekerasan dalam Bingkai Realitas Sosial

Bagus Kurnia Rahman
Diibaratkan dengan sebuah istilah bagaikan jamur tumbuh di musim hujan, bentuk-bentuk kekerasan di bumi Indonesia kian hari kian subur. Bagaimana tidak, dalam selang beberapa hari saja lewat media-media yang ada di sekitar kita (TV, radio, media massa, dsb) kita disuguhkan dengan pemberitaan maraknya kegiatan anarkis seperti perkelahian sampai dengan tawuran antar kampung dan juga antar calon manusia terpelajar (baca: pelajar). Berminggu-minggu kita dijejali bingkai anarkisme yang cukup heboh, bisa kita contohkan ketika adanya tawuran antar pelajar SMAN 70 Jakarta dengan SMAN 6 Jakarta yang imbasnya adalah jatuhnya korban satu jiwa dari siswa SMAN 6 Jakarta. Mengenaskan memang, ketika instansi pendidikan yang dipercaya masyarakat sebagai lembaga pembentuk mental-mental intelektual justru kecolongan dengan hal semacam ini.

Senin, 06 Februari 2012

Asal-Usul Nama Indonesia


Sedikit reflesi ke belakang tentang Indonesia, terutama nama Inonesia yang dipakai oleh negara berkepulauan ini. Kata “Indonesia” mulai dipergunakan pertama kali oleh ahli antropologi Inggris J.R. Logan dalam karangannya yang berjudul “The Ethnology of the India Archipelago”, yang dimuat dalam Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia tahun 1850. Sebenarnya, masih ada sarjana yang mendahuluinya, yaitu

Jumat, 18 Maret 2011

Fase Konflik Kasus Grameen Bank

Analisa Menejemen Konflik dalam Kasus Pemecatan Pendiri Grameen Bank

Bagus Kurnia Rahman

 
         Penerima Nobel tak Mau Dipecat
DHAKA – Kasus pemecatan Muhammad Yunus dari Grameen bank berlanjut. Setelah diberhentikan dengan tidak hormat pada Rabu lalu (2/3), pendiri Grameen bank tersebut menggugat. Kemarin (3/3) penerima Nobel Perdamaian 2006 itu menuntut pemerintah yang telah memberhentikannya secara sepihak.
Meski pemerintah sudah memplubikasikan pemecatannya, ekonom 70 tahun itu tetap menjalankan tugas-tuganya sebagai direktur pelaksana. Bahkan, dia tetap ngantor di kantor pusat Grameen Bank yang terletak di Kota Dhaka seperti biasa. Untuk menunjukkan keseriusannya, Yunus menyewa pengacara untuk mengajukan gugatan resmi kepada pemerintah.

Selasa, 21 September 2010

Review Buku Sosiologi Pendidikan

Review Buku Sosiologi Pendidikan

Karya Zainudin Maliki

Bagus Kurnia Rahman

Sosiologi merupakan sebuah ilmu yang memberikan sumbangsihnya dalam menilai terhadap apa yang menjadi realitas di masyarakat. Tidak terkecuali juga dengan pembahasan dunia pendidikan saat ini dari kacamata sosiologi, yang dalam hal ini adalah ilmu sosiologi pendidikan. Sosiologi pendidikan merupakan alur ilmu yang menuntut untuk meningkatkan kepekaan dalam melihat nilai, institusi, budaya, dan juga kecenderungan realitas dunia pendidikan  dalam masyarakat.
Dalam buku Sosiologi Pendidikan karya Zainudin Maliki ini beberapa keutaman yang dimunculkan bagi pembacanya untu dapat memahami berbagai seluk beluk tentang dunia pendidikan di masa sekarang ini. Zinudin Maliki dalam bab awal memberikan sebuah informasi penting bagaimana Sosiologi Pendidikan itu lahir. Dijelaskan bahwa Sosiologi Pendidikan lahir pada tahun 1970 yang berawal di Inggris yang kemudian